Ekologi Laut Tropis

Ekologi Laut Tropis

istilah ekologi, pertama kali digunakan oleh Arnest Haeckel , pada pertengahan 1860-an. Istilah ini beradal dari bahasa Yunani, yaitu oikos yang berarti rumah, dan logos yang berarti ilmu. Ekologi Laut Tropis identik dengan Lingkungan Hidup Bahari, dimana semua proses ekologi dan interaksi makhluk hidupnya yang terdapat pada Laut Tropik.

Laut tropic mempunyai karakteristik yang khas, yaitu :

  • Variasi produktivitas yang berbeda dengan laut subtropik, laut kutub. Laut tropik merupakan daerah dimana sinar matahari terus menerus sepanjang tahun (hanya ada dua musim, hujan dan kemarau), kondisi optimal bagi produksi fitplankton dan konstant sepanjang tahun.
  • Secara umum biota yang hidup pada laut tropik terdiri dari algae, herbivora, penyaring, predator dan predator  tertinggi.
  • Predator tertinggi pada laut tropic (tuna, lanset fish, setuhuk, hiu sedang dan hiu besar), predator lainnya: cumi-cumi, lumba-lumba.

Dalam suatu ekologi terdapat sebuah sistem yang terbentuk akibat hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang dikenal dengan ekosistem.  Interaksi terjadi dalam ekosistem  karena:

•aliran energy

•siklus materi

Suatu ekosistem dibentuk oleh berbagai komponen, yaitu abiotik dan biotik. Komponen abiotik : air, gas, tanah. Komponen hidup biotik : bakteri, plankton, benthos, ikan. Dalam Ekosistem, dikenal beberapa istilah yaitu produsen, konsumen, decomposer, populasi, Komunitas, Individu, relung niche, dan lain sebagainya.

Relung (niche), tidak hanya meliputi ruang/tempat yang ditinggali organisme, tetapi juga peranannya dalam komunitas, dan posisinya pada gradient lingkungan: temperatur, kelembaban, pH, tanah dan kondisi lain, tidak hanya tergantung di mana organisme tadi hidup, tetapi juga pada apa yang dilakukan organisme termasuk mengubah energi, bertingkah laku, bereaksi, mengubah lingkungan fisik maupun biologi dan bagaimana organisme dihambat oleh spesies lain.

Relung (niche) diperlukan sebagai landasan untuk untuk memahami berfungsinya suatu komunitas dan ekosistem dalam habitat utama, mengetahui tentang kepadatan populasi, metabolisme secara kolektif, pengaruh faktor abiotik terhadap organisme, pengaruh organisme yang satu terhadap yang lainnya.

Dalam konsep relung (niche) terdapat hukum interaksi yang berlaku pada suatu ekosistem, yaitu:

Netral                                   :               ikan kerapu dan ikan baronang

Kompetisi                            :               ikan hiu dan baraccuda

Predasi                                 :               ikan hiu dan ikan kecil

Mutualisme                          :               ikan paus dan plankton

Komensalisme                     :               ikan badut  dan anemon laut

Parasitisme                           :               ikan dan bakteri

Antibiosa/amensalisme        :               ikan pemberish dari rahang ikan besar

Suksesi

Suksesi dapat diartikan sebagai perkembangan ekosistem tidak seimbang menuju ekosistem seimbang yang berlangsung satu arah secara teratur yang terjadi pada suatu komunitas dalam jangka waktu tertentu hingga terbentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas semula.Suksesi terjadi sebagai akibat modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem.

Akhir proses suksesi komunitas yaitu terbentuknya suatu bentuk komunitas klimaks. Komunitas klimaks ditandai dengan tercapainya homeostatis atau keseimbangan, yaitu suatu komunitas yang mampu mempertahankan kestabilan komponennya dan dapat bertahan dan berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan.Berdasarkan kondisi habitat pada awal suksesi, dapat dibedakan dua macam suksesi, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder.

Faktor pembatas dalam Ekologi Laut Tropis

  • Proses kehidupan dan kegiatan makhluk hidup pada dasarnya akan dipengaruhi dan mempengaruhi faktor-faktor lingkungan, seperti cahaya, suhu atau nutrien dalam jumlah minimum dan maksimum.
  • Dalam ekologi tumbuhan faktor lingkungan sebagai faktor ekologi dapat dianalisis menurut bermacam-macam faktor. Satu atau lebih dari faktor-faktor tersebut dikatakan penting jika dapat mempengaruhi atau dibutuhkan, bila terdapat pada taraf minimum, maksimum atau optimum menurut batas-batas toleransinya .
  • Tumbuhan untuk dapat hidup dan tumbuh dengan baik membutuhkan sejumlah nutrien tertentu (misalnya unsur-unsur nitrat dan fosfat) dalam jumlah minimum. Dalam hal ini unsur-unsur tersebut sebagai faktor ekologi berperan sebagai faktor pembatas.
  • Faktor-faktor lingkungan penting yang berperan sebagai sifat toleransi faktor pembatas minimum dan faktor pembatas maksimum yang pertama kali dinyatakan oleh V.E. Shelford, kemudian dikenal sebagai “hukum toleransi Shelford”.
  • Pada dasarnya secara alami kehidupannya dibatasi oleh: jumlah dan variabilitas unsur-unsur faktor lingkungan tertentu (seperti nutrien, suhu udara) sebagai kebutuhan minimum, dan batas toleransi tumbuhan terhadap faktor atau sejumlah faktor lingkungan.

Makluk yang hidup atau mati tersusun oleh materi ,dimana didalam  suatu ekosistem, materi pada setiap tingkat trofik tidak hilang. Materi berupa unsur-unsur penyusun bahan organik tersebut didaur-ulang. Unsur-unsur tersebut masuk ke dalam komponen biotik melalui udara, tanah, dan air. Daur ulang materi tersebut melibatkan makhluk hidup dan batuan (geofisik). Dengan berlangsungnya siklus ini sehingga kelangsungan hidup di bumi dapat terjaga.

Macam-macam Daur Biogeokimia

  • Daur Air
  • Daur Nitrogen
  • Daur karbon
  • Daur Posfor

Daur Nitrogen

Sebagian besar uap air di atmosfer berasal dari laut karena laut mencapai tiga perempat luas permukaan bumi. Uap air di atmosfer terkondensasi menjadi awan yang turun ke daratan dan laut dalam bentuk hujan. Air hujan di daratan masuk ke dalam tanah membentuk air permukaan tanah dan air tanah.Tumbuhan darat menyerap air yang ada di dalam tanah. Kemudian melalui tranpirasi uap air dilepaskan oleh tumbuhan ke atmosfer. Transpirasi oleh tumbuhan mencakup 90% penguapan pada ekosistem darat. Hewan memperoleh air langsung dari air permukaan serta dari tumbuhan dan hewan yang dimakan.Air tanah dan air permukaan sebagian mengalir ke sungai, kemudian ke danau dan ke laut. Siklus ini di sebut Siklus Panjang. Sedangkan siklus yang dimulai dengan proses Transpirasi dan Evapotranspirasi dari air yang terdapat di permukaan bumi, lalu diikuti oleh Presipitasi atau turunnya air ke permukaan bumi disebut Siklus Pendek.

Di alam, Nitrogen terdapat dalam bentuk senyawa organik seperti urea, protein, dan asam nukleat atau sebagai senyawa anorganik seperti ammonia, nitrit, dan nitrat.dalam siklus nitrogen terjadi dua tahap:

Tahap pertama

Selain air hujan yang membawa sejumlah nitrogen, penambahan nitrogen ke dalam tanah terjadi melalui proses fiksasi nitrogen. Fiksasi nitrogen ini dilakukan oleh bakteri Rhizobium yang bersimbiosis dengan polong-polongan, bakteri Azotobacter dan Clostridium. Sedangkan di laut ganggang hijau biru memiliki kemampuan memfiksasi nitrogen.

Tahap kedua

Jika tumbuhan atau hewan mati, maka pengurai akan merombaknya menjadi gas,disebut proses amonifikasi

Nitrat yang digunakan oleh produsen (tumbuhan)       →         molekul protein.

↓   (Jika tumbuhan atau hewan mati, maka pengurai akan merombaknya menjadi gas,disebut proses amonifikasi)

amoniak (NH3) dan garam ammonium yang larut dalam air (NH4+)

senyawa ammonium       →        nitrat (oleh  Nitrobacter)

Apabila oksigen dalam tanah terbatas, nitrat dengan cepat ditransformasikan menjadi gas nitrogen atau oksida nitrogen oleh proses yang disebut denitrifikasi.

Daur carbon

karbon diambil dari atmofser dalam berbagai cara :

Tumbuhan melakukan proses fotosintesis dimana, unsure ini sangat penting dalam berlangsungnya fotosintesis,karena dapat mengubah karbon oksida menjadi senyawa yang lebih kompleks yaitu karbohidrat.

Di permukaan laut

Di suhu air yang lebih dingin akan menyerap karbon lebih baik daripada suhu permukaan laut yang hangat.

Karbon dapat dikembalikan lagi ke atmofser dengan cara:

Melalui pernafasan(respirasi) oleh beberapa konsumen tingkat I/II.

Melaui Pembusukan binatang/tumbuhan oleh decomposer,mengurai senyawa karbon menjadi karbondioksida jika tersedia oksigen ,atau menjadi metana jika tidak tersedia oksigen.

Pembakaran fosil seperti batubara

Daur Fosfor

Fosfor salah satu dari siklus biogeokimia.fosfor terdapat di alam dalam bentuk ion fosfat (PO43-).  dimana, fosfor di alam terdapat dalam dua bentuk,

PENGELOLAAN SUMBER DAYA WILAYAH PESISIR DAN LAUTAN SECARA TERPADU

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau (17.500),dengan wilayah laut serta pesisirnya (3,1 km2 dan ZEE  2,7 km2 ).Wilayah laut dan pesisir adalah kawasan yang sangat penting bagi sebagian besar penduduk di Indonesia(Dahuri,1995).Wilayah laut dan Pesisir Indonesia merupakan kawasan yang penting untuk lingkungan hidup didunia. Indonesia diakui sebagai pusat keragaman hayati dunia untuk biota – biota laut dan pesisir,termasuk terumbu karang, mangrove,dan lamun,yang merupakan perairan khas laut tropis.(Tomasick et al,1997).vegetasi khas tropis seperti mangrove ini di hampir 30% di dunia berada di Indonesia.Diperkirakan 75.000 km2 atau 14% dari luas terumbu karang yang ada di duni hidup di perairan Indonesia (Cesar,1996).Wilayah laut dan pesisir Indonesia juga ditumbuhi kurang lebih 15 dari 52 jenis lamun (sea grass) yang ada di dunia(Kuriandewa,2003).

Sebelum membahas ekosistem khusus perairan laut tropis (mangrove,terumbu karang,dan lamun)sebaiknya mengetahui konsep pengelolahan pesisir dan laut agar tetap terjaga kelestariannya ada beberapa  Konsep pengelolaan wilayah pesisir dan lautan

Dikenal juga dengan terminologi:

-          Integrated Coastal Zone Management (ICZM)

-          Integrated Coastal Zona Planning and Management

-          Integrated Coastal Management

-          Integrated Coastal Resources Management

-          Coastal Zone Resources Management

-          Coastal Resources Management

-          Coastal Zone Management

Ekosistem Terumbu Karang

Ekosistem Terumbu karang merupakan ekosistem yang berkembang baik di laut tropis, dengan suhu air yang berkisar anatara 23 -32 derajat celcius,dengan kondisi perairan yang jernih.Di Indonesia  Luas terumbu karang diperkirakan mencapai 60.000 km2, namun hanya 6,2% saja yang kondisinya baik.Tekanan terhadap keberadaan terumbu karang sebagian besar diakibatkan oleh kegiatan manusia diantaranya;

  • Pencemaran minyak dan industri, kegiatan manusia ini menyebabkan kondisi perairan terumbu karang tercemar,yang seharusnya dimana kondisi terumbu karang yang baik jika kondisi perairan tersebut dalam kondisi jernih.
  • Sedimentasi akibat erosi, penebangan hutan, pengerukan dan penambangan karang,
  • Peningkatan suhu permukaan laut,atau bisa disebut dengan global warming ini menyebabkan naiknya muka laut karena mencairnya es di kutub, dimana terumbu karang tidak bisa mentoleransi  Kedalaman perairan yang seharusnya kurang dari 40 m, dan dampaknya terhadap karang terjadi proses bleaching coral.
  • Buangan limbah panas dari pembangkit tenaga listrik
  • Pencemaran limbah domestik dan kelimpahan nutrien
  • Penggunaan sianida dan bahan peledak untuk menangkap ikan
  • Perusakan akibat jangkar kapal

Jika kerusakan tersebut berlangsung secara terus menerus ekosistem terumbu karang tidak lagi berperan penting sebagai feeding ground, fishing ground, spawning ground and nursery ground,terjadinya pengikisan pantai (abrasi), Sebagai penyerap karbondioksida,dan sebagai pengendap kalsium yang mengalir dari sungai ke laut . Hal ini menyebabkan terumbu karang tidak lagi Sebagai daya tarik wisata bahari.

Ekosistem Padang Lamun

Lamun merupakan satu – satunya tumbuhan berbunga yang beradaptasi hidup terbenam dalam laut. Dan merupakan salah satu ekosistem khas laut tropis.Seperti tumbuhan lain Lamun terdiri dari atas akar, daun dan tangkai-tangkai merayap (rhoizome). Lamun hidup pada perairan dangkal yang agak berpasir.Lamun hidup di lingkungan pengaruh ombak,sedimentasi,pasang surut,dan curah hujan.Fungsi ekologi yang penting yaitu sebagai feeding ground, spawning ground dan nursery ground beberapa jenis hewan yaitu udang dan ikan baranong, sebagai peredam arus sehingga perairan dan sekitarnya menjadi tenang.

Ancaman Terhadap Padang Lamun

  • Pengerukan dan pengurugan dari aktivitas pembangunan (pemukiman pinggir laut, pelabuhan, industri dan saluran navigasi)
  • Pencemaran limbah industri terutama logam berat dan senyawa organoklorin
  • Pembuangan sampah organik
  • Pencemaran limbah pertanian
  • Pencemaran minyak dan industri

Ekosistem Mangrove

Hutan mangrove merupakan sejumlah komunitas tumbuhan khas pantai tropis yang didominasi oleh pohon dan semak tumbuhan bunga (angiospermae). Mangrove merupakan salah satu ekosistem langka dan khas di dunia, karena luasnya hanya 2% permukaan bumi. Indonesia merupakan kawasan ekosistem mangrove terluas di dunia. Karakteristik habitat yang menonjol di daerah hutan mangrove diantaranya adalah jenis tanah berlumpur, berlempung atau berpasir, lahan tergenang air laut secara periodik, menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat seperti dari sungai, mata air dan air tanah, airnya payau dengan salinitas 2-22 ppt atau asin dengan salinitas sekitar 38 ppt (Nirarita et al, 1996). Umumnya tumbuh subur di daerah pantai yang landai di dekat muara sungai dan pantai yang terlindung dari kekuatan gelombang.

Ekosistem ini memiliki peranan sosial-ekonomi dan ekologi yang sangat penting. Fungsi ekologi hutan mangrove meliputi tempat remediasi bahan pencemar, menjaga stabilitas pantai dari erosi, intrusi air laut, dan tekanan badai, menjaga kealamian habitat, menjadi tempat bersarang, tempat daerah asuhan (nursery ground), daerah mencari makanan (feeding ground) dan daerah pemijahan (spawning ground) berbagai jenis ikan, udang, kerang, burung dan fauna lain, pembentuk daratan, serta memiliki fungsi sosial sebagai areal konservasi, pendidikan, ekoturisme dan identitas budaya.

Ancaman terhadap Mangrove;

  • Pencemaran minyak
  • Konservasi menjasi lahan pertanian dan perikanan
  • Pembuangan sampah padat
  • Penambangan
  • Ilegal Loging

DAFTAR ISTILAH

Adaptasi                                              : cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup

Air Payau                                            : merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut

Algae                                                   : sekelompok organisme autotrof yang tidak memiliki organ dengan perbedaan fungsi yang nyata. Alga bahkan dapat dianggap tidak memiliki “organ” seperti yang dimiliki tumbuhan (akar, batang, daun, dan sebagainya)

Aliran energy                                     : rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke bentuk energy yang lain dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, konsumen primer, konsumen tingkat tinggi, sampai ke saproba di dalam tanah

Antibiosa/amensalisme                      : populasi yg terdiri atas dua jenis tumbuhan/organisme atau lebih yg hidup berkelompok di daerah tertentu yg salah satu jenisnya akan terpengaruh oleh kehadiran jenis tumbuhan/organisme lain

Amonifikasi                                        : perubahan mikrobiologis dari persenyawaan nitrogen menjadi nitrogen amonia

Bahan organic                                  : mencakup semua bahan yang berasal dr jaringan tanaman dan hewan, baik yang hidup maupun yg telah mati, pada berbagai tahana (stage) dekomposisi

Bakteri Azotobacter                        : bakteri yang mampu mensintesis senyawa nitrogen dalam jumlah yang besar, juga mampu mensintesis senyawa-senyawa lain seperti vitamin dan hormon tumbuh

Biogeokimia                                    : pertukaran atau perubahan yang terus menerus, antara komponen biosfer yang hidup dengan tak hidup

Bleaching coral                                  : pemutihan dari karang , yang disebabkan karena stres atau pengusiran kematian simbiosis , ganggang -seperti protozoa , atau karena hilangnya pigmentasi dalam protozoa tersebut

Clostridium                                       : Sekelompok bakteri anaerobik (bakteri yang berkembang dalam kekurangan  oksigen )

Decomposer (pengurai)                     : Organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks). Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen

Ekologi                                              : ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme hidup dengan lingkungannya

Ekosistem                                           : Hubungan timbal balik antara unsur-unsur hayati dengan nonhayati membentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem

Evapotranspirasi                               : perpaduan antara evaporasi dari permukaan tanah dengan transpirasi dari tumbuh-tumbuhan. Evapotranspirasi merupakan salah satu komponen utama dalam siklus hidrologi dengan kaitannya pada perhitungan ketersediaan air

Feeding ground                                  : tempat mencari makan suatu organisme

Fiksasi nitrogen                                 : pembentukan nitrogen dalam bentuk terikat, terjadi di dalam tanah oleh bakteri. Jenis bakteri pengikat nitrogen terefisien bersifat simbiotik, dapat mengikat protein jika bekerjasama dengan  akar tumbuhan  tropik

Fishing ground                                  : tempat ikan berwayah atau bermukim, bertemu ikan-ikan dan tempat ikan mencari makanan serta tempat ikan melakukan perkawinan

Fitplankton                                         : Organisme tumbuhan mikroskopik yang hidup melayang, mengapung di dalam air dan memiliki kemampuan gerak yang terbatas

Fotosintesis                                        : suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya

Gelombang                                        : getaran yang merambat

Global warming                                 : adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi

Habitat                                                 : Tempat makhluk hidup

Herbivore                                            : hewan yang hanya makan tumbuhan dan tidak memakan daging

Individu                                              : merupakan organisme tunggal

Komensalisme                                  : hubunganantara dua organism yang berbeda spesies dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan; salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan

Kompetisi                                            : merupakan interaksi antarpopulasi, bila antarpopulasi terdapat kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan

Komponen abiotik                           : faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia

Komponen biotik                             : merupakan komponen dalam alam semesta yang hidup, misalnya manusia, hewan, tumbuhan, jamur, bakteri, dll

Komunitas                                          : asosisasi seluruh populasi padahabitat yang sama

Kondensasi                                         : perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat, seperti gas (atau uap) menjadi cairan. Kondensasi terjadi ketika uap didinginkan menjadi cairan, tetapi dapat juga terjadi bila sebuah uap dikompresi (yaitu, tekanan ditingkatkan) menjadi cairan, atau mengalami kombinasi dari pendinginan dan kompresi

Konservasi                                          : pelestarian atau perlindungan

Konsumen                                          : Organisme pemakan produsen dalam suatu rantai makanan ataupun ekosistem

Laut                                                       : kumpulan air asin yang luas dan berhubungan dengan samudra

Laut Tropik                                          : Laut yang terdapat di daerah tropic yang dipengaruhi oleh 2 musim yaitu musim hujan dan kemarau

Laut subtropik                                   : Laut yang terdapat di daerah subtropik yang dipengaruhi oleh 4 musim yaitu salju,kemarau, hujan, dan semi

Lamun                                                  : anggota tumbuhan berbunga yang telah beradaptasi untuk hidup sepenuhnya di dalam lingkungan air asin

Mangrove                                           : vegetasi yang tumbuh pada tanah lumpur di dataran rendah di daerah batas pasang-surutnya air, tepatnya daerah pantai dan sekitar muara sungai

Metabolism                                        : modifikasi senyawa kimia secara biokimia di dalam organisme dan sel

Mutualisme                                        : hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak

Netral                                                   : Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak, disebut netral

Nursery ground                                    : tempat asuhan dan pembesaran organisme

Pantai                                                   : sebuah bentuk geografis yang terdiri dari pasir, dan terdapat di daerah pesisir laut

Parasitisme                                         : hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bilasalah satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya

Pasang Surut                                      : gelombang yang dibangkitkan oleh adanya interaksi antara laut, matahari dan bulan

Pesisir                                                   : wilayah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang saling berinteraksi, dimana ke arah laut 12 mil dari garis pantai untuk propinsi dan sepertiga dari wilayah laut itu (kewenangan propinsi) untuk kabupaten/kota dan ke arah darat batas administrasi kabupaten/kota

Populasi                                   : sekelompok individu dalam satu spesies yang menempati suatu habitat yang menggunakan sumber daya dengan cara yang sama dan dipengaruhi oleh faktor-faktor alam

Predasi                                                 : hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa

Predator                                              : binatang yang berburu dan memangsa binatang lain atau pemangsa

Presipitasi                                           : peristiwa jatuhnya cairan (dapat berbentuk cair atau beku) dari atmosphere ke permukaan bumi

Produsen                                            : tingkatan tertinggi dalam suatu interaksi rantai makanan ataupun ekosistem yang berperan sebagai penghasil nutrien misalnya tumbuhan,fitoplankton,dll

Pulau                                                     : sebidang tanah yang lebih kecil dari benua dan lebih besar dari karang, yang dikelilingi air

Rantai Makanan                               : pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan

Relung (niche)                                  : seluruh aktivitas untuk memanfaatkan sumberdaya lingkungan agar spesies tetap hidup

Salinitas                                                : tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air

Sedimentasi                                       :  suatu proses pengendapan material yang ditransport oleh media air, angin, es, atau gletser di suatu cekungan

Siklus                                                     : Siklus dari sebuah peristiwa yang berulang atau proses di berbagai bidang (biologi, matematika, fisika, ekonomi, dll) adalah satu kejadian lengkap tentang peristiwa yang berulang

Siklus Biogeokimia                           : siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi jugs melibatkan Reaksi – reaksi kimia dalam lingkungan abiotik

Siklus materi                                      : siklus yang ditekankan pada perputaran materi yang terjadi diantara komponen ekosistem

Spawning ground                             : daerah pemijahan (pengembangbiakkan) organisme

Spesies                                                 : suatu takson yang dipakai dalam taksonomi untuk menunjuk pada satu atau beberapa kelompok individu (populasi) yang serupa dan dapat saling membuahi satu sama lain di dalam kelompoknya (saling membagi gen) namun tidak dapat dengan anggota kelompok yang lain

Suksesi                                                 : Perkembangan ekosistem menuju kedewasaan dan keseimbangan dikenal sebagai suksesi ekologis atau suksesi.atau Rangkaian perubahan mulai dari ekosistem tanaman perintis sampai mencapai ekosistem klimaks

Sungai                                                   : suatu badan air yang mengalir ke satu arah

Terumbu Karang                              : sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae

Transpirasi                                          : Proses keluarnya atau hilangnya air dari tubuh tumbuhan dapat berbentuk uap atau gas ke udara di sekitar tubuh tumbuhan

Vegetasi                                              : sebutan umum bagi organisme  tumbuh-tumbuhan. Contoh vegetasi adalah aneka jenis hutan, kebun, padang rumput, tundra dan lain-lain

About these ads

About erghimuhammad2412

,,,,,
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s