makalah kolam air deras

PENDAHULUAN

Usaha perikanan bukanlah usaha yang hanya sekedar melakukan kegiatan penangkapan ikan-ikan di kolam, tetapi yang prinsip adalah bagaimana menerapkan teknik budidaya yang sesuai di dalam memanfaatkan sumber daya alam yang optimal guna memperoleh hasil yang maksimal. Usaha perikanan air tawar di Indonesia dapat dikembangkan dengan baik, mengingat perairan darat yang kita miliki cukup luas arealnya. Selain itu, perairan darat kita mempunyai persediaan air bersih yang cukup besar sehingga memungkinkan penggantian air secara kontinyu.

Dalam usaha perikanan diperlukan juga adanya sistem teknologi akuakultur yang baik. System teknologi akuakultur didefenisikan sebagai wadah produksi beserta komponen lainnya dan teknologi yang diterapkan pada wadah tersebut serta bekerja secara sinergis dalam rangka mencapai tujuan akuakultur. Tujuan akuakultur adalah memproduksi ikan dan akhirnya mendapat keuntungan. Memproduksi ikan berarti mempertahankan ikan bisa dan tetap hidup, tumbuh dan berkembangbiak dalam waktu sesingkat mungkin. Komponen di dalam system tteknologi akuakultur bekerja secara sinergis sehingga tercipta lingkungan terkontrol dan optimal bagi upaya mempertahankan kelangsungan hidup ikan serta memacu pertumbuhan dan perkembangbiakan ikan.

Sedikitnya terdapat 13 sistem akuakultur yang sudah diusahakan untuk memproduksi ikan. System tersebut adalah kolam air tenang, kolam air deras, tambak, jaring apung, jaring tancap, karamba, kombongan, penculture, enclosure, longline, rakit, bak-tangki-akuarium, dan ranching.

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN

Kolam air deras (raceway) adalah kolam yang didesain untuk memungkinkan terjadinya aliran air (flowthrough) dalam pemeliharaan ikan dengan padat penebaran yang tinggi. Aliran air yang melimpah dan relatif deras serta kaya oksigen ini penting untuk suplai oksigen dalam respirasi ikan dan membuang(flushing out) limbah metabolisme terutama ammonia. Debit air di kolam air deras dapat ditentukan dengan patokan setiap 10 menit seluruh air kolam sudah berganti semua.

Gambar Kolam Air Deras

B. PEMILIHAN LOKASI

Pemilihan lokasi bagi pembuatan kolam air deras harus memenuhi ketentuan yaitu lokasi kolam harus berhubungan langsung atau dekat sumber air, pemakaian air untuk kolam tidak boleh mengakibatkan terganggunya system irigasi yang telah ada, terdapat air yang cukup banyak, berkualitas baik, mengalir sepanjang tahun dan bebas banjir, terletak dekat dengan jalan agar memudahkan pensuplaian pakan, benih ikan, dan pengangkutan hasil produksi, mudah dikontrol dan keamanan terjamin, topografi untuk kolam dianjurkan pada ketinggian 500-800m di atas permukaan laut, elevasi tanah dari permukaan air sumber dan kolam minimal 30cm, atau elevasi optimal berkisar antara 50-100.

C. SUMBER AIR

Komponen kolam air deras sama dengan kolam air tenang, yakni meliputi pematang/dinding kolam, dasar pintu, pintu air masuk, pintu air keluar, saluran pembuangan, dan saluran pemasukan. Fungsi setiap komponen tersebut sama dengan kolam air tenang. Demikian pula sistem distribusi dan drainase airnya. Mengingat sifat aliran yang relatif deras tersebut maka desain kolam air deras umumnya memanjang seperti saluran , dengan panjang 5-10 mm, lebar 2-4 m dan kedalaman 1-2 m. Dengan sifat aliran demikian maka dinding dan dasar kolam air deras biasanya terbuat dari beton. Kolam air deras bisa juga terbuat dari tanah, tetapi dinding atau pematang dan dasar kolam harus dilapisi plastik untuk mencegaj tergerusnya dinding tersebut oleh aliran air.

Untuk memungkinkan terjadinya aliran air secara gravitasi di dalam badan koalm, harus terdapat perbedaan ketinggian antara sumber air dan dasar kolam atau dasar saluran pembuangan setinggi ketinggian air di dalam kolam (biasanya sekitar 1-1,5 m) oleh karena itu kolam air deras umumnya dibangun di daerah yang mempunyai sungai jeram atau sungai di dataran tinggi. Sungai tersebut umumnya memiliki perbedaan ketinggian muka air yang relatif besar antara titik pada jarak tertentu di dalam badan sungai. Kolam air deras bisa juga dibangun di dekat sungai di dataran rendah sebagai sumber airnya. Untuk menciptakan ketinggian maka sungai tersebut dibendung dengan dam. Aliran air yang deras di kolam air deras bisa juga diciptakan dengan bantuan pompa. Air diangkat dengan menggunakan pompa, kemudian digelontorkan di dalam kolam sehingga tercipta aliran yang relatif deras. Kolam air deras dengan cara demikian tentunya membutuhkan biaya oprasional yang tinggi sehingga harus disesuaikan dengan nilai komoditas yang diusahakan.

Debit air di KAD sangat tinggi. Aliran ini sangat mudah untuk bersirkulasi ke seluruh bagian kolam. Sudah jelas, aliran ini mampu menciptakan kandungan oksigen sangat tinggi secara kontinyu. Tak mengenal waktu, baik siang, sore, maupun pagi hari. Jarang terlihat ikan-ikan yang kekurangan oksigen.

Debit air yang tinggi pada KAD, selain untuk suplay oksigen, juga untuk membuang habis semua kotoran dalam kolam itu sendiri. Kotoran pada sebuah kolam bisa berupa lumpur, sisa pakan, kotoran ikan, dan kotoran lainnya. Semua kotoran itu dapat menurunkan kualitas air kolam. Pada kualitas air yang rendah, maka proses pernapasan ikan terganggu dan napsu makan ikan menjadi rendah.

Karena debitnya yang besar, maka seluruh bagian KAD harus kuat dan kokoh, agar tidak mudah terkikis aliran air. Bahan baku dalam pembuatan KAD adalah semen, pasir, dan batu. Campuran ke tiga bahan ini disebut beton. Selain batu, ada juga pembudidaya yang menggunakan bahan batako. Namun bahan ini kurang begitu kuat, dan dalam waktu yang tidak terlalu lama harus diperbaiki.

D. BEBERAPA BENTUK KOLAM AIR DERAS

  1. Kolam Air Deras Bentuk Segi Empat

Sistem pengairan ada yang menggunakan seri, ada juga yang parallel. Konstruksi kolam pada saluran pemasukan dibuat miring kearah pintu pengeluaran, dengan tujuan kalau dikuras, kotoran dalam kolam dapat hanyut keluar kolam. Pada bagian terdalam dibuatkan saluran penguras berbentuk monik. Fungsi lain monik dari monik adalah dapat digunakan untuk menentukan tinggi rendahnya air dalam kolam, yaitu dengan mengatur susunan papan kayu yang ada setinggi yang diinginkan. Ukuran kolam selain tergantung pada letak dan kondisi tempat, juga tergantung dari kebutuhannya. Pada saluran pemasukan dipasang saringan air, sedangkan pada saluran pengeluaran dibuat pintu berbentuk monik.

2.    Kolam Air Deras Bentuk Segi Tiga

Konstruksi untuk kolam seperti ini dibuat sedemikian rupa, sehingga terdapat tempat yang dalam, miring dan melandai, tujuannya adalah apabila dikuras, kotoran dalam kolam dapat hanyut ke luar kolam.

Bentuk kolam sengaja dibuat siku-siku, dengan dasar kolam terdalam terdalam pada sudut siku-sikunya. Di dekat sudut siku-siku dibuat saluran penguras berbentuk monik. Dengan konstruksi tersebut diharapkan akan timbul pusaran (pengadukan) pada sisis siku-siku terpanjang sehingga kotoran maupun sisa pakan dapat hanyut keluar. Dengan demikian selain kolam selalu bersih, kandungan oksigennya pun cukup tinggi.

3.    Kolam Air Deras Bentuk Oval

Konstruksi kolam dibuat sama seperti pada kolam bentuk segi empat, yang berbeda hanya bentuknya. Tujuannya membangun kolam seperti ini adalah dengan harapan akan lebih banyak lumpur, kotoran dan sisa-sisa pakan yang bisa dihanyutkan keluar kolam.

Pada umumnya luas kolam kurang dari 50 M2, tetapi ada pula yang hanya berukuran luas 30 M2 dengan panjang 10 m dan lebar 3 m, kedalaman dekat saluran pemasukan 125 cm, kedalaman pada saluran pengeluaran 170-200 cm. pada saluran pengeluaran dibuat pintu berbentuk monik.

4.    Kolam Air Deras Bentuk Tak Beraturan

Pada pembuatan kolam seperti ini, bangunan dan bentuknya disesuaikan dengan kondisi tempat (topografi, elevasi, luas tanah). Adapun luas dan dalamnya bervariasi, menurut selera pemilik. Tetapi prinsip pembuatan kolamnya tidak akan menyimpang dari persyaratan kolam air deras.

E.    PEMBUATAN KOLAM

Sebelum membuat kolan air deras, kita harus menhetahui terlebuh dahulu bagian-bagian dari kolam air deras tersebut. Setiap KAD memiliki 6 bagian pokok, yaitu saluran pemasukan, lubang pemasukan, saringan, pematang, dasar kolam, lubang pembuangan, saringan, dan saluran pembuangan.

  1. Saluran pemasukan

Bagian ini dibuat dekat dengan sungai, atau sumber air, yaitu setelah kolam pengendapan, atau filter. Ukuran panjang, lebar, dan tinggi saluran pemasukan tergantung dari debit air yang akan dialirkan, dan jumlah KAD yang akan dibangun.

Untuk 10 buah KAD yang berukuran panjang 10 m, lebar 3 m, dan tinggi 2 m, cukup dibuat saluran pemasukan dengan panjang 40 m, lebar 1 m, dan tinggi 0,7 m. Tentu saja bagian ini harus dibuat dari beton, agar kuat dan kokoh, tidak mudah terkikis oleh aliran air.

2.    Lubang pemasukan dan saringan

Bagian ini dibuat berhubungan langsung dengan saluran pemasukan. Ukuran lebar dan tinggi lubang pemasukan tergantung dari lebar KAD. Ini sangat berkaitan erat dengan debit air yang akan dimasukan ke KAD. Untuk KAD yang lebarnya 3 m, cukup dibuat saluran pemasukan dengan lebar 40 – 50 cm, dan tinggi 15 – 20 cm.

Pada bagian ini dibuat sekoneng, atau coakan secara vertikal dengan lebar 2 – 3 cm, dan dalam 1 – 2 cm. Coakan itu berfungsi sebagai tempat memasang saringan. Saringan sebaiknya dibuat dari besi, atau behel ukuran minimal 5 mm. Behel itu dilas secara vertikal pada besi segi empat dengan jarak 0,5 – 1 cm. Saringan berfunsi untuk menahan sampah, ranting dan kotoran lainnya.

3.    Pematang

Pematang adalah bagian penting dari KAD. Pematang dibuat sekeliling kolam dengan posisi tegak lurus, tidak miring seperti kolam tanah. Tinggi pematang pada KAD umumnya antara 1,5 – 1,8 m. Pada lubang pemasukan 1,5 m, sedangkan pada lubang pengeluaran 1,8 m. Lebar pematang sebaiknya minimal 30 cm, semakin lebar semakin kuat. Bagian ini harus kuat dan kokoh. Karena selain harus dapat menahan aliran air, kikisan air, juga harus bisa menahan volume air yang sangat besar. Karena itu, bagian ini dibuat dari beton, atau campuran pasir, badu, kerikil dan pasir. Semennya lebih banyak. Seluruh permukaan pematang harus halus, agar ikan tidak terluka.

4.    Dasar kolam

Dasar kolam adalah bagian bawah KAD. Bagian ini dibuat melandai dari lubang pemasukan ke lubang pengeluaran. Tujuannya agar air dalam KAD mudah dikeluarkan dengan dasar kering. Selain melandai, bagian ini juga harus cekung. Tujuannya agar semua kotoran terkumpul di tengah, sehingga mudah terbawa arus air dengan mudah. Dasar kolam juga harus kuat, agar tidak bocor akibat tekanan air yang sangat besar, dan juga kikisan air. Karena itu bagian ini dibuat dari beton seperti halnya pematang. Tetapi betonya harus tebal. Agar tidak melukai ikan, terutama ketika panen, maka seluruh permukaan dasar kolam harus halus. Selain itu pada dasar kolam yang halus, kotoran lebih mudah terbawa arus.

5.       Lubang pembuangan dan saringan

Lubang pembuangan adalah lubang untuk membuang air, pada saat penen, dan juga sehari-hari. Bagian ini dibuat pada dinding belakang dari lebar kolam. Letaknya di bagian bawah dengan lebar 30 – 40 cm, dan tinggi 20 – 30 cm. Untuk menetapkan ketinggian air kolam, maka pada bagian belakang lubang pengeluaran dibuat sekoneng dengan lebar 3 – 4 cm, dan dalam cm. Bagian itu digunakan sebagai tempat untuk memasang papan sebagai penehan ketinggian air KAD.

Saringan dipasang pada bagian itu dengan lebar dan tinggi sama dengan lebar dan tinggi lubang pembuangan. Saringan yang dibuat sama dengan saringan pada lubang pemasukan. Bagian ini berfungsi untuk menjaga agar ikan tidak keluar, tetapi kotoran, seperti lumpur, sisa pakan, dan kotoran ikan bisa keluar.

6.       Saluran pembuangan

Saluran pembuangan adalah bagian untuk membuang seluruh air dari KAD. Bagian ini dibuat di belakang, dan berhubungan langsung dengan lubang pengeluaran. Letaknya harus lebih rendah dari dasar kolam. Tujuannya agar seluruh air kolam dapat kering. Saluran pembuangan harus lebih lebar dari saluran pemasukan. Demikian juga dengan tingginya. Karena harus bisa menampung air dari beberapa KAD yang telah dibuat. Selain itu juga harus lebih kuat dan kokoh karena tekanan airnya lebih besar dari saluran pemasukan.

F. MANFAAT KOLAM AIR DERAS

Di dalam kolam air deras, proses ekologis yang terjadi hanya proses konsumsi, sementara proses produksi primeroleh fitoplankton dan dekomposisi oleh bakteri tidak mungkin berlangsung. Hal ini disebabkan sifat aliran yang deras di dalam kolam menyebabkan fitoplankton dan bakteri terbawa aliran dan tidak memungkinkan melakukan fungsinya. Oleh karena itu, pakan untuk kebutuhan ikan yang dipelihara dalam system ini seluruhnya berasal dari luar, berupa pellet dengan kandungan gizi yang lengkap (complete diet). Pada dinding bagian dalam kolam dibuat relatif halus untuk mencegah kerusakan ikan akibat gesekan dengan dinding Campuran bahan perekat pembentukan lapisan dalam dinding harus kuat untuk mengurangi kemungkinan bocor. Kemiringan dasar kolam dibuat untuk mempermudah pembuangan endapan, pengeringan dan pemanenan ke arah pintu pembuangan utama.

PENUTUP

KESIMPULAN :

  • Kolam air deras (raceway) adalah kolam yang didesain untuk memungkinkan terjadinya aliran air (flowthrough) dalam pemeliharaan ikan dengan padat penebaran yang tinggi.
  • Pemilihan lokasi bagi pembuatan kolam air deras harus dekat sumber air, pemakaian air tidak boleh mengganggu sistem irigasi, mengalir sepanjang tahun dan bebas banjir, terletak dekat dengan jalan.
  • Beberapa bentuk kolam air deras adalah kolam air deras bentuk segi empat, kolam air deras bentuk segitiga, kolam air deras bentuk oval dan kolam air deras bentuk tak beraturan.
  • Setiap kolam air deras memiliki 6 bagian pokok, yaitu saluran pemasukan, lubang pemasukan, saringan, pematang, dasar kolam, lubang pembuangan, saringan, dan saluran pembuangan.
About these ads

About erghimuhammad2412

,,,,,
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s