POLE AND LINE

POLE AND LINE

Deskripsi alat tangkap

Pole and line biasa juga disebut dengan “hutate”. Sebagai penangkap ikan alat ini sangat sederhana desainnya. Hanya terdiri dari oran, tali dan mata pancing. Tetapi sesungguhnya cukup kompleks karena dalam pengoperasiannya memerlukan umpan hidup untuk merangsang kebiasaan menyambar mangsa pada ikan. Sebelum pemancingan, dilakukan penyemprotan air untuk mempengaruhi visibility ikan terhadap kapal atau para pemancing. Adanya faktor umpan hidup inilah yang membuat cara penangkapan ini menjadi rumit. Hal ini disebabkan karena umpan hidup tersebut harus sesuai dalam ukuran dan jenis tertentu, disimpan, dipindahkan, dan dibawa dalam keadaan hidup. Ini berarti diperlukan sistem penangkapan umpan hidup dan disain kapal yang sesuai untuk penyimpanan umpan supaya umpan hidup dapat tahan sampai waktu penggunaanya.

Secara umum alat tangkap pole and line terdiri atas joran (bambu dan lainnya) untuk tangkai pancing yang tidak terkait terbalik. Deskripsi alat tangkap pole and line adalah sebagai berikut.

  1. Joran (galah), bagian ini terbuat dari bambu yang cukup tua dan mempunyai tingkat elastisitas yang baik. Yang umum digunakan adalah bambu yang berwarna kuning. Panjang joran berkisar 2-2,5 meter dengan diameter pada bagian pangkal 3-4 cm dan bagian unjuk sekitar 1-1,5 cm. sebagaimana telah banyak digunakan joran dari bahan sintetis seperti plastik atau fibres.
  2. Tali utama (main line) terbuat dari bahan sintetis polyethilene dengan panjang sekitar 1,5-2 meter yang disesuaikan dengan panjang joran yang digunkan, cara pemancingan, tinggi haluan kapal dan jarak penyemprotan air. Diameter tali 0,5 cm dan nomor tali adalah no. 7.
  3. Tali sekunder, terbuat dari bahan bahan monopilament berupa tasi berwarna putih sebagai pengganti kawat baja (wire leader) dengan panjang berkisar 20 cm. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terputusnya tali utdengan mata pancing sebagai akibat gigitan ikan cakalang.
  4. Mata pancing (hook) yang tidak berkait balik. Nomor mata pancing yang digunakan adalah 2,5-2,8. Pada bagian atas mata pancing terdapat timah berbentuk silinder dengan panjang sekitar 2 cm dan berdiameter 8 mm  dan dilapisi nikel sehingga berwarna mengkilap dan menarik perhatian ikan cakalang. Selain itu, pada sisi luar silinder terdapat cincin sebagai tempat mengikat tali sekunder. Di bagian mata pancing dilapisi dengan guntingan tali rapia berwarna merah yang membungkus rumbai-rumbai tali merah yang juga berwarna sebagai umpan tiruan. Pemulihan warna merah ini disesuaikan dengan warna ikan umpan yang juga berwarna merah sehingga menyerupai ikan umpan.

Dalam pelaksanaan operasi dengan alat pole and line ini disamping digunakan umpan, tiruan berupa sobekan-sobekan kain, guntingan tali rafia, ataupun bulu ayam juga digunakan umpan hidup. Umpan hidup ini dipakai untuk lebih menarik perhatian ikan cakalang agar lebih mendekat pada areal untuk melakukan pemancingan. Sedangkan dalam melakukan operasi pemancingan digunakan pancing umpan. Hal ini bertujuan untuk efisiensi dan efektifitas alat tangkap, karena ikan cakalang termasuk pemangsa yang rakus. Hal ini sesuai dengan pendapat Ayodhia (1981) bahkan jika ikan makin banyak dan makin bernafsu memakan umpan, maka dipakai pancing tanpa umpan dan mata pancing ini tidak beringsang (tidak terkait).

Teknik Operasi dan daerah penangkapan

Setelah semua persiapan telah dilakukan, termasuk penyediaan umpan hidup, maka dilakukan pencarian gerombolan ikan oleh seorang pengintai yang tempatnya biasanya dianjungan kapal dan menggunakan teropong.

Pengoperasian bisa juga dilakukan didekat rumpon yang telah dipasang terlebih dahulu. Setelah menemukan gerombolan ikan harus diketahui arah renang ikan tersebut kemudian mendekati gerombolan ikan tersebut. Sementara pemancing sudah harus bersiap masing-masing pada sudut kiri-kanan dan haluan kapal. Cara mendekati ikan harus dari sisi kiri atu kanan dan bukan dari arah belakang.

Pelemparan umpan dilakukan oleh boy-boy setelah diperkirakan ikan telah berada dalam jarak jangkauan lemparan, kemudian ikan dituntun ke arah haluan kapal. Pelemparan umpan ini diusahakan secepat mungkin sehingga gerakan ikan dapat mengikuti gerakan umpan menuju haluan kapal. Pada saat pelemparan umpan tersebut, mesin penyemprot sudah difungsikan agar ikan tetap berada di dekat kapal. Pada saat gerombolan ikan berada dekat haluan kapal, maka mesin kapal dimatikan. Sementara jumlah umpan yang dilemparkan ke laut dikurangi, mengingat terbatasnya umpan hidup. Selanjutnya, pemancingan dilakukan dan diupayakan secepat mungkin mengingat kadang-kadang gerombolan ikan tiba-tiba menghilang terutama jika ada ikan yang berdarah atau ada ikan yang lepas dari mata pancing dan jumlah umpan yang sangat terbatas. Pemancingan biasanya berlangsung 15-30 menit.

Waktu pemancingan tidak perlu dilakukan pelepasan ikan yang lepas dari mata pancing disebabkan pada saat joran disentuhkan ikan akan jatuh keatas kapal dan terlepas sendiri dari mata pancing yang tidak berkait. Berdasarkan pengalaman atau keahlian memancing nelayan, pemancingan kadang dikelompokan kedalam pemancing kelas I, II dan III. Pemancing kelas I (lebih berpengalaman) ditempatkan dihaluan kapal, pemancing kelas II ditempat di samping kapal, dekat ke haluan sedangkan pemancing kelas III ke samping kapal agak jauh dari haluan. Untuk memudahkan pemancingan, maka pada kapal Pole and Line dikenal adanya “flying deck” atautempat pemancingan.

Hal ini yang perlu diperhatikan pada saat pemancinan adalah mengindari ikan yang telah terpancing, jatuh kembali ke laut. Hal ini yang akan mengakibatkan gerombolan ikan yang ada akan melarikan diri ke kedalaman yang lebih dalam dan meninggalkan kapal, sehingga mencari lagi gerombolan ikan yang baru tentu akan mengambil waktu. Disamping itu, banyaknya ikan-ikan kecil di perairan sebagai natural bait akan menyebabkan kurangnya hasil tangkapan.

Hasil tangkapan

Jenis-jenis ikan tuna, cakalang, dan tongkol merupakan hasil tangkapan utama dari alat tangkap pole and line.

Aspek sosial dan ekonominya

Alat ini dapat digunakan dengan mudah oleh masyarakat karena desainnya sangat sederhana tapi dapat menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi. Hal ini disebabkan karena dapat digunakan untuk menangkap ikan yang bernilai ekonomi tinggi. Seperti ikan tuna, cakalang, dan ikan tongkol, sehingga alat pole and line ini banyak digunakan masyarakat

About erghimuhammad2412

,,,,,
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s