Acanthaster planci ( bintang laut)

Acanthaster planci adalah sejenis bintang laut yang mempunyai lebih dari 21 lengan, seluruh permukaan tubuhnya bagian atas penuh dengan duri-duri beracun, bintang laut dewasa dapat mencapai ukuran diameter satu meter atau lebih.

Bintang laut ini dapat bergerak dengan kecepatan 20 meter per jam.
Acanthaster planci berkembang biak dengan mengeluarkan telur atau sperma kedalam air laut melalui lubang yang terletak di tengah-tengah tubuh bagian atas pada waktu suhu air laut di Great Barrier Reef (GBR) mencapai sekitar 28 derajat celcius. Setelah telur terbuahi, akan tumbuh menjadi larva yang akan hanyut bersama arus sebagai plankton selama 2-4 minggu. Anak-anak A. planci akan menempel di terumbu karang setelah mencapai diameter 1-2 mm. Mereka itu akan hidup diantara puing-puing karang, dan nyaris tak terlihat sampai dengan umur 6 bulan.
Acanthater planci mulai bertelur pada umur 2-3 tahun,dan akan memijah selama 5-7 tahun. Setiap kali memijah seekor induk dapat menghasilkan lebih dari 6 juta telur. Walaupun populasinya tidak terlalu besar,A.planci berpotensi menghasilkan anakan dalam jumlah besar karena mereka selalu hidup berkelompok dan memijah secara bersamaan.
Anakan bintang laut mula-mula makan algae yang melapisi puing-puing karang, dan baru makan karang setelah berumur lebih kurang 6 bulan. Setelah makan karang, anakan A.planci itu tumbuh dengan cepat.Dalam waktu dua tahun bintang laut ini tumbuh dari ukuran diameter 1 cm menjadi 25 cm. Untuk ukuran diameter lebih dari 40 cm, umunya bintang laut makan di siang hari, sedangkan yang lebih kecil kurang dari 20 cm, makan di malam hari. Dalam populasi yang lebih kecil Acanthaster planci lebih banyak bersembunyi di bawah koloni karang, biasanya hanya makan sebagian dari koloni karang terutama jenis Acropora sp, sehingga terumbu karang dapat pulih kembali secara cepat bilamana jumlahnya tidak begitu besar.
Beberapa terumbu karang masih dapat mendukung populasi A.planci yang kecil untuk beberapa tahun dengan sedikit persen tutupan karang mati. Diduga terumbu karang dengan kondisi baik ( persen tutupan karang hidup antara 40-50%), masih dapat mendukung keberadaan 20-30 ekor bintang laut per hektar ( 10.000 meter persegi). Tetapi apabila populasi A.planci cukup besar, akan terjadi peningkatan kompetisi perolehan makan dan mengakibatkan lebih banyak lagi jenis karang yang di makan, termasuk jenis Porites sp, yang dalam keadaan normal tidak biasa dimakan.
Pada waktu terjadinya ledakan populasi A.planci, begitu banyaknya A.planci di setiap meter persegi, sampai saling tumpang tindih. Mereka itu dapat mengurangi persen tutupan karang hidup dari 25-40% menjadi kurang dari 1 %.Terumbu karang demikian akan memerlukan waktu lebih dari 10 tahun untuk tumbuh kembali seperti semula.
Untuk hidup dan tumbuh dengan baik, anakan A.planci memerlukan kondisi terumbu karang dengan persen tutupan karang hidup lebih dari 10%)

Sejarah Ledakan Populasi Acanthaster planciÿ

Dari penemuan spicula kerangka A.planci didalam endapan terumbu karang tua, diduga bahwa bintang laut ini telah dikenal di Great Barrier Reef, Australia ( GBR) 300 – 700 tahun lalu.Tetapi kesulitan dalam memperoleh data spicula dalam sediment yang terus-menerus teraduk itu, menyebabkan sampai sekarang tidak diketahui secara pasti, apakah fenomena ledakan populasi A.plamci itu merupakan fenomena baru atau tidak.
Kasus ledakan Acanthaster planci yang tercatat pertama kali di GBR terjadi di Green Land, didekat Cairns dalam tahun 1962. Dimungkinkan lebih banyaknya berita tentang ledakan populasi A.planci sekarang dari pada waktu lalu itu, karena makin banyaknya turis dan makin populernya penyelaman dengan scuba.
Ledakan populasi A.planci umumnya dimulai di bagian utara GBR dan bergerak kearah selatan.sesuai dengan arah arus laut Sebagai contoh, terumbu karang dekat Townville kena serangan pada tahun 1970, dan pada pertengahan tahun 1970 an, populasi A.planci telah mencapai bagian utara pulau-pulau Whitsunday, 300 km ke arah selatan. Pergerakan ledakan A.planci kea rah selatan ini sudah merupakan pola yang selalu terjadi di GBR.
Ledakan populasi A.planci pada tahun 1960 an, hanya sebagian kecil terumbu karang di setiap wilayah yang terserang populasi A.planci dalam jumlah besar. Kemudian ledakan populasi berikutnya lebih banyak menyerang di bagian terumbu karang yang lebih dalam, dan pada beberapa terumbu karang lain hanya diserang di bagian atas saja. Ledakan populasi A.planci di GBR ini berachir pada tahun1975 yang diikuti oleh pulihnya kembali beberapa terumbu karang yang terserang.
Ledakan populasi A.planci berikutnya, terjadi pada tahun 1979, lagi-lagi di wilayah Green Island. Porites sp yang berukuran besar-besar,umurnya ratusan tahun, yang pada ledakan populasi sebelumnya tidak biasa dimakan, kali ini dimakan juga. Ledakan populasi A.planci ini juga bergerak ke selatan, dan dalam kurun waktu satu dasawarsa sampai di Swains Reef. Pada ledakan populasi ini lebih kurang 17 % terumbu karang diserangnya.
Pada tahun 1994,lima belas tahun kemudian, dalam jumlah besar A.planci dijumpai di wilayah Cooktown, dan pada tahun 2003,ledakan populasi A.planci di jumpai di terumbu karang wilayah timur laut Townville.

Pemulihan Kembali Terumbu Karang Akibat Ledakan Populasi A.planci.

Pemulihan kembali terumbu karang yang rusak akibat ledakan populasi A. planci, sama halnya dengan pemulihan kembali terumbu karang yang rusak akibat bencana alam atau coral bleaching. Betapa besar rusak terumbu karang,selalu ada saja diantaranya jenis karang yang masih hidup, dan selama jenis karang itu hidup dan tumbuh, mereka itu mulai melakukan pemulihan kembali.
Kecepatan pemulihan kembali terumbu karang akibat ledakan populasi A.planci tergantung kepada banyak factor, termasuk kemampuan peremajaan (recruitment) jenis-jenis karang pada terumbu karang itu, dampak bencana alam dan banyaknya curah hujan dari darat ke laut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terumbu karang dapat menerima larva karang yang datang terbawa arus dari terumbu karang jang jauh letaknya.Terumbu karang yang dapat menerima banyak larva karang, dapat mempunyai banyak karang muda yang tumbuh beberpa tahun kemudian setelah terjadi ledakan populasi A.planci. Hasilnya, terumbu karang yang rusak itu dapat kembali normal dalam waktu 10 tahun, sedangkan terumbu karang lain yang hanya menerima sedikit larva karang, pemulihan kembali akan memerlukan waktu lebih lama, mungkin 15 tahun atau lebih.
Walaupun terumbu karang itu sudah dapat dikatakan kembali normal, keragaman jenis karang tidak dapat sama dengan keragaman jenis karang yang ada sebelum ledakan A.planci terjadi. Beberpa jenis karang dapat tumbuh lebih cepat dari yang lain. Jenis karang yang tumbuh lambat ini tidak akan dapat kembali normal di terumbu karang dalam kurun waktu beberapa dasawarsa.
Perubahan keragaman jenis ini merupakan salah satu fenomena yang nyata, apabila selang waktu antara kedua ledakan populasi A.planci sangat pendek dibanding dengan waktu yang diperlukan komunitas karang untuk tumbuh kembali normal. Dalam situasi seperti ini terumbu karang dapat kehilangan keragaman jenis, dan didominasi oleh sebagian kecil jenis karang yang tumbuh lebih cepat.

Apakah Penyebab Terjadinya Ledakan Populasi A.planci ?

Walaupun ada banyak teori tentang penyebab terjadinya ledakan populasi A.planci, hanya ada 3 teori yang mendapatkan dukungan dari kalangan peneliti.Teori- teori tersebut belum ada yang membenarkan atau membantahnya.
Ketiga teori tersebut adalah:

  • Fluctuasi populasi Acanthaster planci adalah suatu fenomena alami,.
  • Hilangnya predator ( pemangsa) Acanthaster planci,
  • Kegiatan manusia di wilayah pesisir yang menyebabkan bertambahnya makanan bagi larva A.planci di laut.Meningkatnya jumlah larva A.planci yang hidup, akan menyebabkan terjadinya ledakan populasi A.planci.

Fluktuasi Populasi A.planci Secara Alami

Fluktuasi alami suhu air laut, kadar garam atau tersedianya makanan bagi anakan A.planci, itu semua meningkatkan kemampuan hidup larva A.planci. Sehingga ada dugaan bahwa ledakan populasi A.planci berkaitan dengan waktu terjadi El Nino-Southern Oscillation ( ENSO) yang dapat menyebabkan terjadinya lonjakan iklim setempat di Lautan Pasific.

Hilangnya Predator.
Walaupun A.planci tidak mempunyai banyak predator, salah satu teori menduga bahwa predator mempunyai peranan penting didalam membatasi populasi A.planci. Predator untuk A.planci dewasa meliputi Triton raksasa, the Humphead maori wrasse, starry Pufferfish dan titan Triggerfish.
Kegiatan manusia di wilayah pesisir yang dapat menyebabkan bertambah banyaknya makanan bagi anakan A.planci, juga dapat menyebabkan meningkatnya jumlah anakan A. planci yang dapat hidup.
Kegiatan manusia di wilyah pesisir seperti intensifikasi di bidang pertanian, yang menggunakan pupuk berlebihan, pengairan daerah pertanian yang tidak sempurna, dapat menyebabkan banyaknya makanan bagi anakan A.planci yang masuk ke dalam perairan pantai.

Pertanyaan! Apakah fenomena terjadinya ledakan populasi Acanthaster planci di Indonesia juga sama seperti yang terjadi di Australia?.
Metode penelitian Acanthaster planci yang lebih akurat adalah dengan “Fine Scale Survey Method “, Pada setiap terumbu karang yang di survey, peneliti dengan scuba mengamati 40 buah transek, masing-masing berukuran 50 m panjang, lebar 5 meter,pada 20 tempat di terumbu karang. Peneliti menghitung semua A.planci di setiap transek, termasuk yang masih muda (ukuran diameter > 13cm, diperkirakan umur 1 tahun), yang lebih tua ( ukuran dimeter 14-25 cm,diperkirakan umur 2 tahun) dan yang dewasa ( mempunyai ukuran diameter > 26 cm, diperkirakan berumur 3 tahun atau lebih).

Ledakan populasi A.planci baru mulai apabila jumlah A.planci yang berukuran diameter lebih dari 14 cm mencapai 30 ekor per hektar ( 10.000 meter persegi). Ledakan populasi A.placi mulai aktif bila jumlah A.planci dewasa lebih dari 30 ekor/ hektar.

Sumber :
Hasil penelitian di Great Barrier Reef ditulis dalan brochure cRc Reef Research Center, November 2003
oleh Asoc.Prof Vicki Harriott, Dr.Louise Goggin dan Dr Hugh Sweatman
Australian Institute of Marine Science.

 

About erghimuhammad2412

,,,,,
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s